Airdrop: Pengertian Dan Prosesnya
INFORMASI
11mos ago
Admin

Pengertian

Dalam dunia kripto, istilah "Airdrop" umumnya merujuk pada penyebaran atau penempatan token ke dompet pengguna.

Airdrop biasanya digunakan sebagai strategi pemasaran oleh perusahaan atau pengembang proyek kripto baru di pasar.

Hal ini biasanya dilakukan untuk tujuan promosi dan meningkatkan eksposur. Meskipun Airdrop dilakukan dengan cara yang berbeda oleh setiap proyek, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi agar memenuhi syarat untuk menerima Airdrop.

Terdapat berbagai jenis Airdrop, diantaranya adalah Holder Drop dan General Airdrop. Holder Drop mengharuskan peserta untuk menyimpan koin atau token tertentu di dompet mereka agar memenuhi syarat.

Ada juga Airdrop lain yang hanya meminta pengguna untuk menyelesaikan beberapa tugas di media sosial, seperti mengikuti akun sosial media mereka, me-retweet, atau mengunduh aplikasi.

Beberapa proyek juga melakukan Airdrop kepada pengguna yang telah menggunakan platform mereka, melakukan trading, dan menjadi pengguna aktif.


Proses

Proses Airdrop dimulai dengan proyek atau perusahaan yang ingin memberikan aset kripto secara gratis kepada sejumlah penerima.

Alasan dibalik Airdrop ini bisa beragam, seperti merespons strategi pasar, mengatasi kendala dalam jaringan, atau memberikan insentif kepada investor yang sudah ada.

Tahap awal dalam proses ini adalah menentukan cara Airdrop akan dilakukan dan siapa yang memenuhi syarat untuk menerimanya.

Langkah berikutnya dalam Airdrop umumnya melibatkan pengumpulan informasi dari penerima Airdrop.

Informasi yang biasanya diminta terbatas pada alamat dompet, meskipun perusahaan juga dapat mengumpulkan alamat email untuk memperluas daftar kontak mereka.

Untuk jenis Airdrop lainnya, persyaratan yang berlaku mungkin tergantung pada kondisi tertentu.

Misalnya, proyek dapat melakukan snapshot untuk mengidentifikasi semua alamat yang memiliki setidaknya 1.000 token pada tengah malam tanggal 31 Desember. Setiap transaksi yang terjadi setelah snapshot tidak akan mempengaruhi hasil Airdrop. Oleh karena itu, harga koin atau token sering mengalami fluktuasi sebagai respons terhadap pengambilan snapshot tersebut.

Setelah daftar penerima Airdrop ditentukan, Airdrop biasanya dilakukan melalui penggunaan smart contract.

Perusahaan dapat memilih untuk menggunakan dompet Treasury mereka untuk memfasilitasi Airdrop.

Perusahaan sering kali mempublikasikan blok transaksi untuk menunjukkan transparansi dalam airdrop. Transaksi ini akan menunjukkan bahwa airdrop meninggalkan dompet perusahaan dan didistribusikan kepada penerima.