Kenali Teknologi Blockchain Dari Sejarah Singkatnya!
INFORMASI
7mos ago
Admin

Teknologi blockchain merujuk pada suatu sistem yang digunakan untuk merekam transaksi secara terdesentralisasi dan aman.

Dalam sistem ini, informasi transaksi disimpan dalam rantai blok yang terhubung melalui kriptografi dan tersebar di berbagai simpul (node) di dalam jaringan.

Setiap blok berisi sejumlah transaksi dan dihubungkan dengan blok sebelumnya, lalu membentuk rangkaian blok.

Sejarah perkembangan teknologi blockchain dimulai pada tahun 2008, saat seseorang atau kelompok yang menggunakan nama samaran "Satoshi Nakamoto" menerbitkan whitepaper berjudul "Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System".

Whitepaper ini menjelaskan konsep dasar teknologi blockchain yang menjadi dasar bagi mata uang kripto pertama yaitu Bitcoin.

Pada tahun 2009, perangkat lunak Bitcoin pertama kali dirilis dan jaringan blockchain Bitcoin pun dilaunching.

Pada awalnya, teknologi blockchain diciptakan dengan tujuan mendukung transaksi kripto seperti Bitcoin.

Namun, seiring berjalannya waktu, penggunaan dan potensi teknologi blockchain mulai berkembang untuk berbagai keperluan di luar mata uang digital.

Inovasi ini melahirkan sebuah konsep "blockchain generasi kedua", dan memiliki fungsi yang lebih luas.

Pada tahun 2015, muncul langkah besar dalam evolusi blockchain dengan peluncuran Ethereum oleh Vitalik Buterin.

Ethereum memperkenalkan ide "smart contract" yang memungkinkan pembuatan perjanjian yang dapat dikodekan dan dieksekusi otomatis berdasarkan kondisi yang telah ditetapkan dalam blockchain.

Ini membuka jalan bagi pengembangan aplikasi terdesentralisasi (DApps) yang lebih kompleks di atas platform blockchain.

Sejak saat itu, berbagai proyek dan platform blockchain baru bermunculan dengan tujuan yang beragam, mulai dari keamanan data, manajemen rantai pasokan, pemilu digital, manajemen hak cipta, hingga pengembangan token aset digital yang mewakili kepemilikan atas aset nyata.

Dalam perjalanannya, teknologi blockchain menghadapi beberapa tantangan, termasuk skalabilitas untuk menangani volume transaksi yang besar, isu privasi, dan efisiensi energi.

Beberapa proyek blockchain terus berupaya mengatasi masalah-masalah ini sambil tetap mempertahankan prinsip dasar keamanan dan desentralisasi.

Secara keseluruhan, teknologi blockchain telah bertransformasi dari konsep awalnya sebagai dasar mata uang kripto menjadi ekosistem yang beragam, memiliki potensi besar untuk merubah berbagai industry, dan mengubah cara kita berinteraksi dengan data dan transaksi secara umum.


*Disclaimer: Konten ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada pembaca bukan bermaksud perintah untuk jual/beli aset kripto. Segala keputusan investasi atau trading harus merupakan keputusan dan tanggung jawab pembaca. Do Your Own Research (DYOR).*