Sejarah Dan Perkembangan Tether (USDT) Hingga Saat Ini
ASET KRIPTO
6mos ago
Admin

Tether (USDT) merupakan salah satu jenis kripto yang dikenal sebagai Stablecoin.

Stablecoin merupakan bentuk aset kripto yang didesain untuk mempertahankan nilai tetap dan biasanya mengikatkan nilai tersebut pada aset yang lebih stabil, seperti mata uang fiat atau komoditas.

Pada tahun 2014, perusahaan Tether Limited mengenalkan USDT sebagai bagian dari usahanya.

Berikut merupakan sejarah dan perkembangan USDT:

1. Pendirian Tether Limited: Pada tahun 2014, Tether Limited didirikan dengan tujuan menciptakan cryptocurrency yang nilainya berdasarkan mata uang fiat, khususnya dolar Amerika Serikat (USD). USDT diperkenalkan sebagai stablecoin pertama yang nilainya diikatkan pada dolar AS dalam rasio 1:1.

2. Pengembangan Platform dan Protokol: Pada awalnya, Tether dijalankan menggunakan protokol Bitcoin dan teknologi blockchain. Namun, seiring berjalannya waktu, USDT mengalami ekspansi ke berbagai jaringan blockchain lainnya, termasuk Ethereum (dalam bentuk token ERC-20), Tron (token TRC-20), dan lainnya. Tujuan dari langkah ini adalah untuk memberikan fleksibilitas dan skala yang lebih luas bagi para pengguna cryptocurrency.

3. Pertumbuhan Kapitalisasi Pasar: USDT tumbuh menjadi salah satu stablecoin paling terkenal dan paling banyak diperdagangkan dalam pasar cryptocurrency. Kenaikan nilai pasarnya sepanjang waktu mencerminkan permintaan yang terus bertambah dari para pedagang dan investor yang ingin memiliki cryptocurrency dengan nilai yang tetap stabil.

4. Kontroversi dan Investigasi: Selama perkembangannya, Tether (USDT) tidak lepas dari kontroversi. Salah satunya adalah tuduhan bahwa Tether Limited tidak sepenuhnya menyokong setiap USDT yang beredar dengan dolar AS dalam rekening bank mereka. Hal ini menghasilkan investigasi dari otoritas keuangan dan peraturan. Tether Limited telah mengklaim memiliki cadangan yang cukup untuk mendukung seluruh USDT yang beredar, meskipun masih ada ketidakpastian.

5. Inovasi dan Pertumbuhan Ekosistem: Tether Limited tidak hanya membatasi diri dalam mengikatkan USDT pada dolar AS, mereka juga mengembangkan variasi USDT yang dikaitkan dengan mata uang fiat lainnya, seperti euro dan yen Jepang, serta beberapa stablecoin yang diikatkan pada komoditas seperti emas. Tujuan dari inovasi ini adalah untuk menyediakan pilihan yang lebih beragam bagi para pengguna yang mencari cryptocurrency yang memiliki nilai stabil.

Secara keseluruhan, sejarah USDT mencerminkan tuntutan pasar akan cryptocurrency yang memiliki nilai stabil dan upaya Tether Limited dalam memenuhi permintaan ini melalui pengembangan dan variasi produk.

Namun, perlu diingat bahwa Tether (USDT) telah menjadi topik perdebatan yang luas dalam komunitas cryptocurrency dan oleh lembaga regulasi.

Oleh karena itu, penting untuk terus mengikuti perkembangan terbaru dan memahami risiko terkait dengan penggunaan stablecoin.


*Disclaimer: Konten ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada pembaca bukan bermaksud perintah untuk jual/beli aset kripto. Segala keputusan investasi atau trading harus merupakan keputusan dan tanggung jawab pembaca. Do Your Own Research (DYOR).*