Sejarah Dan Perkembangan Solana (SOL) Hingga Saat Ini
ASET KRIPTO
5mos ago
Admin

Solana muncul sebagai sebuah platform blockchain yang didesain untuk mengatasi permasalahan seputar skalabilitas dan performa yang sering dihadapi oleh sejumlah jaringan blockchain utama seperti Ethereum.

Platform ini memanfaatkan teknologi yang dikenal dengan sebutan Proof of History (PoH) guna meningkatkan kelancaran transaksi dan konsensus.

Berikut merupakan perjalanan perkembangan Solana:

1. Pendirian dan Fase Awal Pengembangan (2017-2020): Anatoly Yakovenko mendirikan Solana pada tahun 2017. Sebelumnya, ia berkarier sebagai insinyur perangkat lunak di Dropbox. Pengembangan Solana dimulai pada tahun 2018, yang menitikberatkan pada kendala skalabilitas yang umumnya hadir dalam teknologi blockchain. Platform ini diupayakan dengan menggabungkan beberapa teknologi revolusioner, termasuk Proof of History (PoH), Tower BFT Consensus, dan Turbine.

2. Proof of History (PoH): Salah satu terobosan utama yang diusung Solana adalah PoH. PoH merupakam protokol yang mencatat kejadian-kejadian pada waktu tertentu. Ini membantu membangun kronologi transaksi dengan cara yang efisien dan dapat diperiksa. Pemanfaatan PoH memungkinkan Solana untuk mempercepat proses konsensus serta meningkatkan kapasitas transaksi.

3. Peluncuran Mainnet (2020): Solana merilis mainnet (jaringan utama) pada Maret 2020. Langkah ini menandai tonggak penting dalam perkembangan platform, memberi kesempatan kepada para pengembang untuk membangun serta meluncurkan aplikasi dan proyek-proyek baru di lingkungan Solana.

4. Proyek dan Ekosistem: Setelah mainnet diluncurkan, Solana berhasil menarik perhatian banyak pengembang dan proyek. Ekosistem Solana tumbuh pesat, mencakup beragam aplikasi DeFi (Keuangan Terdesentralisasi), pasar NFT (Token Non-Fungible), dan berbagai sektor lainnya. Dukungan juga mengalir dari sejumlah investor besar serta perusahaan teknologi terkemuka.

5. Kemampuan Skalabilitas dan Kecepatan: Kelebihan utama Solana terletak pada kapabilitasnya dalam mengelola banyak transaksi dengan cepat. Desain teknisnya mengizinkan Solana memproses lebih dari 65.000 transaksi per detik, menjadikannya salah satu jaringan blockchain tercepat di dunia.

6. Inovasi dan Pembaruan: Tim pengembang Solana terus bekerja untuk mengembangkan platform ini melalui pembaruan teknis, alat pengembangan, dan fitur-fitur baru. Ini mencakup peningkatan pada mekanisme konsensus dan fitur-fitur keamanan.

7. Perkembangan Jaringan: Pada akhir tahun 2020 dan awal 2021, Solana mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam nilai token (SOL) serta minat dari komunitas kripto global.

8. Tantangan dan Kendala: Meskipun memiliki potensi besar, Solana juga menghadapi tantangan seperti skalabilitas jangka panjang, aspek keamanan, serta persaingan dengan platform blockchain lainnya.

Solana telah mengalami evolusi menjadi salah satu platform blockchain yang mencuri perhatian di ranah kripto dengan fokus pada skalabilitas, kecepatan, dan efisiensi. Akan tetapi, seiring dengan perjalanan waktu, penting untuk tetap memantau berita dan perkembangan terbaru seputar Solana dan teknologi blockchain secara umum.


*Disclaimer: Konten ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada pembaca bukan bermaksud perintah untuk jual/beli aset kripto. Segala keputusan investasi atau trading harus merupakan keputusan dan tanggung jawab pembaca. Do Your Own Research (DYOR).*