Strategi untuk Bertransaksi Kripto di Waktu yang Tepat
INFORMASI
1mo ago
Admin

Jual beli kripto dapat menghasilkan keuntungan besar jika investor memiliki pemahaman terhadap waktu yang tepat untuk melakukan transaksi.

Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk menentukan timing yang tepat, seperti menggunakan indikator teknikal, menganalisis siklus dan sejarah pasar kripto, serta memahami perilaku investor kripto.


Waktu yang Tepat untuk Membeli Kripto:

1. Setelah Golden Cross:

Keputusan pembelian berdasarkan indikator teknikal, khususnya Moving Average 50 hari (MA50) dan 200 hari (MA200). Golden Cross terjadi ketika MA50 berada di atas MA200, menandakan potensi perubahan tren dari bearish ke bullish. Disarankan untuk mengamati pergerakan harga setelah Golden Cross sebelum melakukan pembelian.

2. Sebelum Bull Run Kripto:

Berdasarkan data historis, bull run kripto sering dimulai setelah halving Bitcoin. Ada waktu sebelum halving yang dapat dimanfaatkan untuk akumulasi kripto.

3. Tidak Pada Waktu Gajian:

Hindari pembelian setelah gajian, karena banyak orang cenderung membeli kripto dengan dana tambahan pada saat itu. Disarankan untuk melakukan pembelian di pertengahan bulan saat aktivitas pembelian cenderung lebih rendah.


Indikator untuk Tanda Pembelian:

1. Indikator Teknikal:

Gunakan indikator teknikal seperti Relative Strength Index (RSI) untuk mendeteksi kondisi oversold. Moving Average (MA) dapat memberikan sinyal beli setelah terbentuk Golden Cross.

2. Pola Bullish Candlestick:

Perhatikan pola candlestick bullish seperti Bullish Engulfing, Piercing Pattern, Morning Star, dan Three White Soldiers sebagai sinyal beli.


Waktu yang Tepat untuk Menjual Kripto:

1. Setelah Death Cross:

Death Cross menandakan potensi perubahan tren dari bullish ke bearish. Gunakan MA50 dan MA200, di mana MA200 berada di atas MA50, sebagai tanda Death Cross.

2. Saat Puncak Bull Run:

Berdasarkan sejarah, bull run kripto sering terjadi setelah halving Bitcoin. Waktu yang tepat untuk menjual kripto adalah pada akhir atau awal periode signifikan setelah halving.

3. Jual pada Akhir/Awal Bulan:

Kaitkan penjualan dengan waktu gajian, ketika banyak orang mungkin memiliki dana tambahan untuk investasi.


Indikator Tanda Penjualan:

1. Indikator Teknikal:

Gunakan indikator teknikal seperti RSI untuk mendeteksi kondisi overbought. Moving Average (MA) dapat memberikan sinyal jual setelah terbentuk Death Cross.

2. Pola Bearish Candlestick:

Perhatikan pola candlestick bearish seperti Bearish Engulfing, Dark Cloud Cover, Evening Star, dan Three Black Crows sebagai sinyal jual.


Penting untuk diingat bahwa investasi kripto melibatkan risiko, dan keputusan transaksi harus didasarkan pada analisis yang hati-hati.


Sumber: Coinvestasi


*Disclaimer: Perdagangan Aset Kripto adalah aktivitas perdagangan yang berisiko tinggi dan berpotensi menyebabkan kerugian. Dengan melakukan perdagangan aset kripto berarti nasabah sudah mengetahui ada unsur resiko di dalam aktivitas tersebut. Diharapkan pengguna untuk melakukan riset dan analisa dengan baik terlebih dahulu karena harga aset kripto bersifat fluktuatif. NagaExchange tidak memaksa pengguna untuk membeli dan menjual aset kripto. Semua aktivitas perdagangan aset kripto merupakan keputusan individu oleh pengguna.*