Gangguan Terjadi Lagi Pada Jaringan Solana!
BERITA
2w ago
Admin

Pada 6 Februari 2024, terjadi kendala di jaringan Solana dalam proses transaksi.

Pengguna media sosial mulai menyadari bahwa Solana tidak menghasilkan blok selama lebih dari 25 menit, durasi yang cukup signifikan mengingat waktu normalnya hanya 400 milidetik per blok.

Data dari pelacak blockchain Solana menunjukkan bahwa blok terakhir diproses pada pukul 09:52 UTC.

Meskipun ada gangguan, token SOL mengalami penurunan sebesar 2,2% dalam satu jam terakhir dan diperdagangkan di level US$93.

"Solana Mainnet-Beta mengalami degradasi kinerja, progresi blok saat ini terhenti, insinyur inti & validator sedang aktif menyelidiki", kata Laine selaku seorang validator Solana.

Solana Foundation yang mengelola jaringan, menyatakan bahwa rilis perangkat lunak validator baru menyertakan tambalan untuk mengatasi masalah yang menyebabkan cluster berhenti.

Kejadian ini terjadi hampir setahun setelah jaringan Solana mengalami downtime selama hampir dua hari pada April 2023.

Ini bukan kali pertama blockchain Solana mengalami pemadaman jaringan atau waktu henti dalam produksi blok.

Sejak diluncurkan, jaringan tersebut telah mengalami beberapa pemadaman.

Ini merupakan gangguan yang ke-11 dalam dua tahun terakhir, meningkatkan keraguan tentang keandalan Solana dalam menjaga stabilitasnya.

Blockchain Solana dikenal diluncurkan pada Maret 2020 dengan fokus pada solusi terukur untuk ekosistem terdesentralisasi, menyaingi Ethereum dengan waktu pemrosesan transaksi yang lebih cepat dan biaya transaksi yang lebih rendah.

Meskipun Solana tumbuh pesat selama siklus bull terakhir pada tahun 2021 karena tingkat adopsi dan harga token yang meningkat, masalah teknis terus berlanjut.

Ini menjadi pengingat akan pentingnya stabilitas dan keandalan dalam teknologi blockchain, yang dapat menghambat pertumbuhan jangka panjang dan adopsi Solana jika tidak ditangani secara efektif oleh pengembangnya.


*Disclaimer: Perdagangan Aset Kripto adalah aktivitas perdagangan yang berisiko tinggi dan berpotensi menyebabkan kerugian. Dengan melakukan perdagangan aset kripto berarti nasabah sudah mengetahui ada unsur resiko di dalam aktivitas tersebut. Diharapkan pengguna untuk melakukan riset dan analisa dengan baik terlebih dahulu karena harga aset kripto bersifat fluktuatif. NagaExchange tidak memaksa pengguna untuk membeli dan menjual aset kripto. Semua aktivitas perdagangan aset kripto merupakan keputusan individu oleh pengguna.*