Meta Berencana Merilis Saingan Aplikasi Twitter, Mark Zuckerberg Diajak Duel Oleh Elon Musk
BERITA
1yr ago
Admin

Adanya laporan bahwa Meta sedang mengembangkan aplikasi yang akan menjadi saingan Twitter. Elon Musk selaku pemilik Twitter menyatakan kesiapannya untuk terlibat dalam duel fisik dengan Mark Zuckerberg selaku pendiri Meta.

Menurut laporan The Verge pada hari Jumat (9/6), Chris Cox selaku Chief Product Officer Meta, memperlihatkan desain konsep dari aplikasi terbaru yang sedang ia kerjakan.

Aplikasi ini dianggap sebagai pesaing Twitter, platform media sosial yang dimiliki oleh Elon Musk.

Pada dokumen asli, aplikasi ini awalnya dinamai "Project92", tetapi kemungkinan besar akan diluncurkan dengan nama Threads. Aplikasi ini juga diduga menggunakan protokol ActivityPub.

ActivityPub adalah protokol media sosial terdesentralisasi yang memungkinkan interaksi dan komunikasi antara berbagai platform dan aplikasi.

Dengan protokol ini, pengguna Instagram dapat mentransfer informasi akun dan jumlah pengikut ke aplikasi baru.

Cox mengungkapkan bahwa mereka telah berhasil melibatkan beberapa selebriti untuk menggunakan aplikasi tersebut, termasuk DJ Slime dan sedang menjajaki kerja sama dengan tokoh terkenal lainnya, seperti Oprah dan Dalai Lama.

Ia juga menekankan bahwa proses pengembangan aplikasi telah dimulai sejak Januari 2023. Meta berencana meluncurkan aplikasi kepada pengguna sesegera mungkin.

Sebelumnya, Meta telah mengadopsi konsep dari beberapa aplikasi populer seperti Snapchat, TikTok, StumbleUpon, Foursquare, BeReal, dan Clubhouse.

Hal ini membuat Meta sering dikritik sebagai perusahaan yang meniru ide-ide dari aplikasi lain.

Elon Musk selaku CEO Twitter, merespons proyek yang sedang dikembangkan oleh Meta melalui serangkaian postingan di Twitter pada Rabu (21/6).

Mark merespons tantangan Elon dengan mengunggah snapgram yang menampilkan tulisan "kirimkan saya lokasi" pada Rabu (21/6).

Tak lama setelah itu, Elon mengumumkan bahwa pertandingan akan berlangsung di "Vegas Octagon".

Elon dengan bangga mengungkapkan gerakan andalannya yang disebut "The Walrus", di mana ia hanya berbaring di atas lawan tanpa melakukan apa pun.

Sementara itu, dikabarkan bahwa Mark telah berlatih Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ) selama sembilan bulan.

Berdasarkan Oddspedia, sebuah situs taruhan olahraga, mayoritas orang saat ini lebih cenderung mendukung Mark Zuckerberg (77%) dibandingkan dengan Elon Musk (23%).

Elon Musk memiliki keunggulan dalam aspek fisik. Berdasarkan data dari Statesman, tinggi badannya sekitar 185 cm dengan berat badan sekitar 81,6 kilogram.

Sementara itu, Mark Zuckerberg memiliki tinggi badan sekitar 170 cm dengan berat badan sekitar 69,9 kilogram.

Namun, Mark memiliki keunggulan dalam aspek bela diri. Ia telah mengikuti pelatihan Brazillian Jiu-jitsu sejak September 2022.

Mark bahkan telah meraih dua kemenangan dalam turnamen BJJ di divisi sabuk putih ringan pada bulan Mei.

Prestasi Mark dalam bela diri ini mendapatkan pengakuan dari tokoh-tokoh berpengaruh dalam Ultimate Fighting Championship (UFC), seperti Dana White dan Conor McGregor.

Di sisi lain, Elon Musk tidak memiliki banyak catatan prestasi di bidang olahraga. Musk hanya terlibat dalam pertarungan hardcore jalanan di Afrika Selatan, tempat dimana ia dibesarkan.