Pembentukan Kelompok Standarisasi Metaverse oleh China
BERITA
3w ago
Admin

China merupakan negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia yang telah membentuk kelompok kerja dengan tujuan mendorong standarisasi dalam sektor metaverse.

Inisiatif ini diprakarsai oleh Kementerian Industri dan Teknologi Informasi (MIIT) yang melibatkan perwakilan dari pemerintah, akademisi, dan perusahaan-perusahaan besar, termasuk Huawei, Ant Group, Tencent, Baidu, NetEase, dan Sense Time.

Kelompok kerja ini memiliki tujuan utama untuk menetapkan standar industri bagi sektor metaverse.

MIIT mengungkapkan bahwa belum terdapat kesepakatan di antara akademisi, industri, dan sektor penelitian mengenai definisi metaverse.

Kondisi ini telah menyebabkan spekulasi yang berlebihan dan penyelewengan dari nilai praktis konsep metaverse yang dapat menghambat kemajuannya.

MIIT mengungkapkan keprihatinannya terhadap spekulasi intens yang dipicu oleh modal dan bisnis tertentu yang mengakibatkan penyimpangan konsep metaverse dari nilai praktisnya.

Menurut MIIT, hingga batas tertentu, penyimpangan ini dapat menghambat perkembangan industri metaverse.

Meskipun China melarang cryptocurrency, negara ini tetap menunjukkan minat dalam teknologi blockchain dan aplikasinya, termasuk token non-fungible (NFT) dan aplikasi terdesentralisasi.

MIIT berencana merumuskan dokumen strategi untuk menjelaskan jalur pengembangan Web3, menunjukkan kesiapan China untuk menjelajahi dan memanfaatkan potensi teknologi blockchain dalam kerangka regulasi mereka.

Provinsi Sichuan, yang sebelumnya menjadi pusat penambangan kripto sebelum larangan penambangan pada bulan Agustus memiliki rencana untuk mengembangkan industri metaverse dengan target mencapai ukuran pasar 250 miliar yuan pada tahun 2025.

Pada bulan yang sama, provinsi Shandong juga menyatakan niatnya untuk mengembangkan inisiatif terkait metaverse dengan tujuan mencapai ukuran pasar sebesar 150 miliar yuan pada tahun 2025.


Sumber: Coinvestasi


*Disclaimer: Perdagangan Aset Kripto adalah aktivitas perdagangan yang berisiko tinggi dan berpotensi menyebabkan kerugian. Dengan melakukan perdagangan aset kripto berarti nasabah sudah mengetahui ada unsur resiko di dalam aktivitas tersebut. Diharapkan pengguna untuk melakukan riset dan analisa dengan baik terlebih dahulu karena harga aset kripto bersifat fluktuatif. NagaExchange tidak memaksa pengguna untuk membeli dan menjual aset kripto. Semua aktivitas perdagangan aset kripto merupakan keputusan individu oleh pengguna.*